Share It  Berita Terkini, Unik & Menarik

Buntut Ricuh Laga Tanding Thailand dan Indonesia di SEA Games: Official dan Pemain Dijatuhi Hukuman Larang Tanding

Olahraga 4 Months, 1 Week ago
Hukuman untuk Thirapak Prueangna tak hanya datang dari Federasi Sepak Bola Thailand (FA Thailand). Gelandang berusia 21 tahun itu juga dijatuhi hukuman oleh klubnya, Buriram United. FA Thailand menjatuhkan hukuman kepada dua pemain, dua ofisial, dan pelatih kiper tim U22 mereka usai terlibat dalam kericuhan pada laga final sepak bola putra SEA Games 2023 Kamboja kontra Indonesia.

Dilansir dari New Strait Times, FA Thailand mengumumkan hukuman untuk anggota skuad U22 Gajah Perang pada Selasa (23/5/2023). Dua pemain timnas U22 Thailand yakni kiper Soponwit Rakyart dan gelandang Thirapak Prueangna dihukum tak boleh membela tim nasional selama enam bulan.



Soponwit Rakyart mendapat kartu merah karena memukul bek timnas U22 Indonesia, Komang Teguh Trisnanda, saat terjadi kericuhan. Sementara itu, Thirapak Prueangna juga terlibat dalam kericuhan meski dalam laga kontra Indonesia ia hanya duduk di bangku cadangan dan tidak bermain. "Mereka yang terlibat dalam insiden itu berada di bawah tekanan laga dan telah meminta maaf, dan mereka masih muda. Inilah alasan untuk mengurangi hukuman mereka," demikian keterangan resmi FA Thailand. Nasib Thirapak Prueangna semakin apes karena hukuman yang ia terima tidak hanya datang dari federasi. Klub Thirapak, Buriram United, juga menghukum pemain yang dipinjamkan ke klub Liga 2 Thailand, Ayutthaya United, tersebut. 


Sumber foto: headtopics.com

Akun Twitter @ThaiFootballs menyebut, Thirapak juga diskors selama enam bulan oleh Buriram United dan gajinya dipangkas 25 persen selama periode hukuman tersebut. Selain menghukum dua pemainnya, FA Thailand juga menjatuhkan skorsing kepada pelatih kiper dan dua orang ofisial skuad U22 Gajah Perang. Pelatih kiper dan dua ofisial timnas U22 Thailand tersebut dijatuhi hukuman berupa larangan berkecimpung di semua level sepak bola Thailand selama satu tahun.

"Tim pencari fakta dengan suara bulat sepakat bahwa sebagai orang dewasa, pelatih kiper dan ofisial tim harus cukup dewasa untuk mengendalikan dan memberi contoh yang baik bagi para pemain yang berusia di bawah 22 tahun," kata FA Thailand dalam keterangan resmi mereka. Adapun partai final sepak bola putra SEA Games 2023 yang digelar di Stadion Nasional Olimpiade, Phnom Penh, pada Selasa (16/5/2023) dimenangi Indonesia dengan skor 5-2 melalui babak extra time. Lima gol Indonesia masing-masing dicetak oleh Ramadhan Sananta (20' dan 45'+5), Irfan Jauhari (91'), Fajar Fathur Rahman (107'), serta Beckham Putra Nugraha (120'). Adapun dua gol Thailand dibukukan oleh Anan Yodsangwal pada menit ke-65 dan Yotsakorn Burapha menit ke-90+7. 


Sumber foto: detik.com

Laga tersebut memang berjalan panas dengan terjadinya kericuhan di depan bench Indonesia setelah Irfan Jauhari mencetak gol pada awal babak pertama extra time. Dalam kericuhan tersebut, manajer timnas U22 Indonesia yakni Kombes Pol Sumardji dibanting oleh salah seorang ofisial timnas Thailand. Wasit Kassem Matar Al-Hatmi asal Oman tercatat mengeluarkan empat kartu merah sepanjang laga, tiga di antaranya untuk Thailand.

Bagi Indonesia, kemenangan atas Thailand membuat mereka kembali merasakan manisnya medali emas sepak bola SEA Games. Kali terakhir timnas Indonesia berjaya pada ajang pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara tersebut adalah pada edisi 1991 di Filipina. Kini, setelah hampir 32 tahun, timnas Indonesia akhirnya bisa kembali meraih medali emas SEA Games.


Tags sepakbola hukuman sanksi ricuh rusuh indonesia thailand 2023 sea games olahraga

Baca Juga